Penaklukan Umayyah di Hispania

Penaklukan Umayyah di Hispania

Penaklukan Umayyah di Hispania (711–718) dimulai saat pasukan Kekhalifahan Umayyah, sebagian besar terdiri dari Muslim Berber dari Afrika Barat Laut menyerang Hispania (sekarang Iberia; Portugal dan Spanyol) yang dikuasai oleh Kristen Visigoth pada tahun 711.

Penaklukan ini terjadi saat masa pemerintahan Khalifah Al-Walid I di Damaskus, dan dipimpin oleh Jenderal Tariq bin Ziyad (s/d 720). Pasukan Umayyah mendarat di Gibraltar pada 30 April 711, dan lalu bergerak ke arah utara. Satu tahun berikutnya, atasan Tariq, Musa bin Nusair bergabung dengan pasukannya.

Kampanye militer ini berjalan sekitar 8 tahun, dan hasilnya sebagian besar Semenanjung Iberia berhasil dikuasai umat Islam kecuali daerah-daerah kecil di sebelah barat daya (Galicia dan Asturias) serta daerah-daerah Basque di daerah Pirenia. Daerah-daerah taklukan ini kemudian disebut Al-Andalus, dan menjadi bagian dari kekhalifahan Umayyah yang terus berkembang.

Kronologi

Abad ke-6 - Bangsawan-bangsawan Visigoth berkembang menjadi tuan-tuan tanah.

710 - Tarif bin Malik memimpin 400 orang bersama 100 kuda mendarat dan melakukan ekspedisi di ujung selatan benua Eropa di Iberia yang kini disebut Tarifa, diambil dari namanya.

711 - Musa bin Nusair, Wali (Gubernur) Ifriqiya (Afrika Utara), mengirim pasukan pimpinan Tariq bin Ziyad ke Iberia, menyusul kesuksesan ekspedisi Tarif dan adanya permasalahan pada Dinasti Visigoth di Hispania.

19 Juli 711 - Pasukan Tariq bin Ziyad, dibantu oleh Julian, Count Ceuta mengalahkan pasukan Raja Visigoth Roderic, dekat Sungai Guadalete.

Juni 712 - Orang-orang Syria datang ke Hispania, dan menyerang kota-kota serta benteng-benteng yang tidak didekati Tariq bin Ziyad

Februari 715 - Musa bin Nusair, memasuki Damaskus bersama tawanannya, raja-raja dan bangsawan Visigoth, bersama ribuan tawanan lainnya, untuk memberikan penghormatan kepada khalifah Islam di Damaskus.

Sekitar 715-716 - Musa bin Nusair meninggal di Hijaz saat sedang melakukan ibadah Haji. Anaknya Abdul Aziz bin Musa ditunjuk sebagai Gubernur Al-Andalus, dengan ibukota Sevilla. Abdul Malik juga menikahi janda Roderic, Egilona dari Dinasti Balti.

717-718 - Wali (Gubernur) Al-Hurr bin Abdurrahman Ats-Tsaqafi menyeberangi Pirenia, dan memimpin serangan ke Septimania. Sebagian besar dari serangan ini mengalami kegagalan.

719 - Gubernur As-Samh bin Malik Al-Khaulani, memindahkan ibukota Al-Andalus dari Sevilla ke Kordoba.

Musim semi 732 - Wali Abdurrahman bin Abdullah Al-Ghafiqi bergerak melalui Pirenia barat, menyeberanginya, dan mengalahkan Adipati Odo dari Aquitaine di tepi sungai Garonne.

Oktober 732 - Pertempuran Tours (Balat Al Shuhada`). Abdurrahman Al-Ghafiqi, berhadapan dengan Charles Martel. Martel memenangkan pertempuran ini, menghentikan gelombang penaklukan Umayyah di Eropa. Abdurrahman sendiri gugur dalam pertempuran ini.

734-742 - Kerusuhan antara etnis-etnis di Al-Andalus.

755 - Bangsawan Umayyah Abdurrahman I, melarikan diri dari Damaskus, menyusul jatuhnya pemerintahan Umayyah ke tangan Bani Abbasiyah. Pada akhir 755 ia mendarat di Granada, Al-Andalus

756 - Abdurrahman I mengalahkan Wali Al-Andalus Yusuf Al-Fihri pada pertempuran Musarah di luar kota Kordoba. Ia lalu menunjuk dirinya sebagai Amir Al-Andalus dan digelari Ad-Dakhil (yang Masuk).


Pertempuran Guadalete (Tanggal 19 Juli 711)

Pertempuran Guadalete terjadi pada tanggal 19 Juli 711, di sekitar sungai Guadalete yang terletak paling selatan dari wilayah Al-Andalus dimana pasukan muslim pimpinan Tariq bin Ziyad berhasil mengalahkan pasukan Visigothic pimpinan Raja Roderic. Kemenangan ini dianggap sangat penting sebagai pembuka jalan bagi pasukan muslim menaklukan seluruh wilayah Andalusia dikemudian hari sehingga menjadi bagian dari wilayah muslim selama hampir 8 abad sampai dengan kejatuhannya pada tahun 1492.


Daftar Pustaka:


Category Article